RELEVANSI NIAT ISTRI DALAM BEKERJA TERHADAP KETAHANAN KELUARGA: ANALISIS NORMATIF BERDASARKAN AL-QUR’AN DAN HADIS

Main Article Content

Ita Wardatul Janah

Abstract

Partisipasi istri dalam pekerjaan publik telah menjadi fenomena umum dalam keluarga Muslim kontemporer, seringkali memicu perdebatan normatif mengenai legitimasi agama dan dampaknya terhadap ketahanan keluarga. Studi ini bertujuan untuk menganalisis relevansi niat istri dalam bekerja demi ketahanan keluarga dari perspektif Islam dengan menempatkan konsep niat (niyyah) sebagai landasan dasar untuk mengevaluasi tindakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian perpustakaan, dengan kerangka kerja teologis-normatif dan analisis tematis-konseptual terhadap Al-Qur’an, Hadis, serta pandangan ulama klasik dan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa niat merupakan landasan epistemologis dan spiritual yang menentukan nilai tindakan, termasuk aktivitas kerja. Islam tidak melarang istri bekerja selama aktivitas tersebut tetap dalam batas-batas hukum Islam dan tidak mengabaikan tanggung jawab keluarga. Niat istri untuk bekerja yang berorientasi pada tauhid, kesejahteraan keluarga, dan tanggung jawab sosial secara normatif terbukti berkontribusi pada penguatan ketahanan keluarga. Sebaliknya, niat egois berpotensi menyebabkan ketidakharmonisan keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa pekerjaan istri tidak bertentangan dengan konsep rezeki (rizq) atau kewajiban suami untuk memberikan dukungan finansial, dan justru dapat menjadi sumber berkah keluarga jika didasarkan pada niat yang tulus.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
RELEVANSI NIAT ISTRI DALAM BEKERJA TERHADAP KETAHANAN KELUARGA: ANALISIS NORMATIF BERDASARKAN AL-QUR’AN DAN HADIS. (2025). Muqaddimah, 16(2), 113-122. https://doi.org/10.71247/1b9nw995
Section
Articles

How to Cite

RELEVANSI NIAT ISTRI DALAM BEKERJA TERHADAP KETAHANAN KELUARGA: ANALISIS NORMATIF BERDASARKAN AL-QUR’AN DAN HADIS. (2025). Muqaddimah, 16(2), 113-122. https://doi.org/10.71247/1b9nw995

References

Arifianti, S. M., Nasution, Y. S. J., & Atika. (2024). Empowering Family Resilience: Muslim Women’s Impact In Perbaungan. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 10(2), 244–254. http://dx.doi.org/10.22373/equality.v10i2.25958

Az-Zuhaili, W. (2010). Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Gema Insani.

Chotban, S. (2019). Peran Istri Menafkahi Keluarga Dalam Pranata Kehidupan Masyarakat Lamakera Desa Motonwutun. Al-Risalah, 19(1), 110–135. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_risalah/article/view/9686/pdf

Haqiqi, M. J. Al, Salim, A. J., & Santoso, L. (2024). Enhancing Family Resilience in Society 5.0 : A Study from Islamic Psychology and Maqashid Shari ’ah Perspective. Sakina: Journal Of Family Studies, 8(3), 340–356.

Hidayati, T. W., Susilawati, U., & Sriani, E. (2022). Dynamics of family fiqh: the multiple roles of women in realizing family resilience. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 22(2), 219–238. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v22i2.219-238

Husna, A., & Djuned, M. (2020). Konsep Keluarga Ideal dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Tematik. TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, 5(1), 55–71. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/tafse/article/view/12507/pdf

Marzuki, & Suharno. (2008). Keterlibatan Perempuan Dala Bidang Politik Pada Masa Nabi Muhammad SAW Dan Masa Khulafaur Rasyidin (Suatu Kajian Historis). Jurnal Penelitian Humaniora, 13(1), 77–94.

Mokthar, M. Z., Alias, M. S., Kamaruding, M., & Razif, A. M. (2018). Impak Niat Terhadap Pekerja di Institusi Islam dari Perspektif Tasawur Islam. Sains Insani, 3(1), 92–97.

Muqoddas, A. (2014). Syeikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi Ilmuan Spesialis Ahli Syarah Kitab Kuning. Jurnal Tarbawi, 11(1), 1–19.

Nahari, L. (2024). Peran Istri yang Bekerja dalam Keluarga: Analisis Maslahat Menuju Keseimbangan Tradisi dan Kebutuhan Keluarga. Islamic Circle, 5(2), 30–47. https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v5i2.2192

Nashuha, M. M., Tanjung, D., & Siregar, R. S. (2025). Economic Implications Of Wives’ Fulfillment Of Family Support: A Review From The Perspectives Of Syafi’i And Hambali. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics, 8(2), 6869–6879.

Nurfaridah, C. U., Habibi, & Baehaqi, E. S. (2019). Dampak Dari Wanita Karir Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Pandangan Hukum Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, 13–21.

Putri, A., Fardani, M., Ignasha, N., Farliana, N., & Chairunnisa, N. A. (2023). Pengaruh Gender Terhadap Tingkat Prtisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Pada Provinsi Di Indonesia Tahun 2023. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 22(1), 25–33.

Rizqa, A. (2025). The Dual Role of Women in The Dimensions of Family Economic Resilience: An Islamic Perspective. Buana Gender: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 10(2), 156–170.

Sariroh, S., Ali, M., & Syakur, A. (2023). Management of Dual-Carer Couples in Maintaining Family Resilience and Harmony in Islamic Perspective. An-Nisa: Journal of Gender Studies, 16(1), 139–152.

Zuhdi, M. (2025). Sociological Exploration of Intentions in Marriage: A Study of the Living Hadith of the Prophet Muhammad. Al-Rasikh: Jurnal Hukum Islam, 14(2), 287–298. https://doi.org/10.38073/rasikh.3320

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.