PERAN IJTIHAD SOSIAL DALAM MENGATASI DISINTEGRASI KELUARGA DAN MARAKNYA PERCERAIAN DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Main Article Content
Abstract
Meningkatnya kasus perceraian dini menunjukkan bahwa adanya ketidaksiapan membangun rumah tangga, yang berdampak pada disintegrasi keluarga dan kerentanan sosial umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ijtihad sosial dalam menanggapi persoalan tersebut melalui pendekatan pembaruan instrumen hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis kualitatif terhadap literatur fiqh dan kebijakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad sosial dapat diwujudkan melalui penguatan edukasi pranikah, pendampingan psikospiritual, serta peningkatan peran lembaga keagamaan dalam mencegah dan menangani konflik rumah tangga. Dengan demikian, ijtihad sosial tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mendorong langkah-langkah praksis yang berorientasi pada tashih al-usrah (perbaikan keluarga) dan hifz al-nasl (pelestarian keturunan).
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bimas Islam. (2025). Tinggi Angka Cerai di 5 Tahun Pertama Perkawinan, Kemenag Genjot Bimwin.
Khairuddin, K. (2024). Fenomena Tren Perceraian di Indonesia: Apa Penyebabnya?. Abdurrauf Sains dan Masyarakat, 1 (1), 1–8. https://doi.org/10.70742/asoc.v1i1.95
Sohrah, S. (2020). Media Sosial dan Dampaknya Terhadap Perceraian. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 19 (2), 286–296. https://doi.org/10.24252/al-risalah.v19i2.12839
Abdul Gofar, Amina, Fajrin (2025). Rekonstruksi Konsep Maslahah Mursalah Sebagai Basis Ijtihad Kontemporer Dalam Menjawab Tantangan Modernitas. Tamaddun: Jurnal Kajian Keislaman, Jil. 10 No.1 (2025):10-28. https://doi.org/10.47759/f1hyrg84
Chadijah. (2018). Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Islam. Rausyan Fikr: Jurnal Pemikiran dan Pencerahan, Vol.14 No.1 (2018):113-128
Putri. (2023). Disorganisasi Keluarga Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Anak. Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa dan Budaya (SEBAYA) ke-3 Tahun 2023, Jil. 3 (2023):58-67
HabibM. (2020). Faktor Ekonomi Sebagai Alasan Perceraian. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga , 2 (2), 253-261. https://doi.org/10.47467/as.v2i2.736
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). disintegrasi. Diakses dari https://kbbi.web.id/disintegrasi
Manna, Doriza, Oktaviani (2021). Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian Pada Keluarga di Indonesia. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol. 6, No. 1:11-21
Nina Munawara, Muhammad Hasan, Ardiansyah. (2021). FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN PADA PERNIKAHAN DINI DI PENGADILAN AGAMA KELAS I-B SAMBAS. Jurnal AL-USROH, Volume I (2), 2021:107-131
Rahmadi, DJ, Nurjanah, S., Zulaikha, S., & Hermanto, A. (2025). Pemikiran Al Syatibi Dalam Pembaharuan Hukum Islam. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia , 4 (1), 141–149. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.332
Prayogi, A., & Jauhari, M. (2021). Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin: Upaya Mewujudkan Ketahanan Keluarga Nasional. Konseling Islam: Jurnal Bimbingan Konseling Islam , 5 (2), 223–242. https://doi.org/10.29240/jbk.v5i2.3267
Cholil. (2024). Urgensi Bimbingan Pranikah Menuju Keluarga Sakinah. Al-Muttaqin: Jurnal Studi, Sosial, Dan Ekonomi, 5 (1), 22–31. https://doi.org/10.63230/almuttaqin.v5i1.134
Gunawan, MI (2021). Ijtihad Dan Perubahan Sosial Pada Masyarakat Kontemporer. Maqosid: Jurnal Studi Keislaman dan Hukum Ekonomi Syariah, 9 (01), 18–36. Diambil dari https://jurnal.iaihpancor.ac.id/index.php/maqosid/article/view/492
Husna, JH, Afrizal, TY, & h, H. (2022). BIMBINGAN PRANIKAH UNTUK MENGURANGI PERKARA PERCERAIAN (studi Penelitian Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh , 5 (2). https://doi.org/10.29103/jimfh.v5i2.6006
Tamimi, LM, Hamidah, T, Hakim, A. (2025). Efektivitas Program Bimbingan Pra-Nikah Sebagai Pondasi Keharmonisan Dalam Rumah Tangga Dalam Perspektif Teori Digital Native (Studi Kasus Di KUA Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah). Jurnal Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, Jil.14 No.3 (2025). https://doi.org/10.30651/mqsd.v14i3.28671
Ubaedillah, M., & Sarnoto, A. Z. (2022). MODEL PENDIDIKAN PRANIKAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN (STUDI EMPRIS KEHIDUPAN PERNIKAHAN DI KOTA BOGOR). Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI), Vol.4 No.2. https://doi.org/10.32493/kahpi.v4i2.p190-208.27843
Gumay, G. A., Yanti, F., Jauhari, T., & Mukmin, H. (2025). Marriage counselling in Islam: Facing the challenges of marriage in the modern era. KnE Social Sciences, 10(14), 408–414.
Marlina, N. S. (2025). Islamic counseling interventions for strengthening family bonds: Voices from Muslim parents. Islamic Counseling and Parenting Journal, 2(1), 26–34.
Abid, I., Pujonggo, M. L. C., Akbar, M., Amru, K., & Muin, A. (2025). Strategi Bimbingan Konseling Islami dalam Membina Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 6(1), 188–196. https://doi.org/10.54371/ainj.v6i1.807
Ernaeny, W., Murtadho, A., Wati, L.D. K., & Is Haque, A. A. (2025). Islamic Family Counseling to Enhance Family Harmony in the Modern Era. International Journal of Religious and Interdisciplinary Studies (IJoRIS), 2(1), 65-76. https://doi.org/10.64529/bcwzfn76
Isla, Ruby; Kurniawan, A.; Amelia, L. (2023). Islamic Family Law Reform: Iddah for Husbands as an Effort for Gender Equality. (2025). Indonesia Journal of Islamic Law, 6(1), 1-16. https://doi.org/10/35719/ijil.v6i1.2021
Caniago, Yaswirman, Efrinaldi, Warman, Efendi. (2025). Dynamizing Contemporary Ijtihad: Inclusivity and the Positivization of Islamic Law in Indonesia’s National Legal System. As-Siyasi Journal, 2(1), 121–129. https://doi.org/10.24042/6rvr2d48
Roslaili, Y.; Idris, A.; Suhemi, E. (2021). Family Law Reform in Indonesia According to the Maqashid al-Shari’a Perspective. Gender Equality Journal, 7(2), 183–197.