SUATU PENELITIAN HEURISTIC: KONTEKSTUAL PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU KHALDUN TERHADAP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (KMB)

Main Article Content

dwi
jefri kurniawan
agus kurniadi
safiuddin

Abstract

 


Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) memberikan fleksibilitas kepada pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi dan kontekstualisasi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun terhadap implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan heuristik untuk memahami pandangan dan praktik pendidikan yang diterapkan oleh pendidik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan Ibnu Khaldun, seperti kejelasan tujuan pendidikan, pembelajaran bertahap, pemanfaatan sarana pendidikan, kontinuitas pembelajaran, serta klasifikasi ilmu, memiliki keselarasan dengan komponen utama KMB, termasuk pendekatan konstruktivistik, pembelajaran berbasis inkuiri, dan penguatan komunitas belajar. Selain itu, fleksibilitas dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada KMB membuka ruang bagi penerapan pemikiran Ibnu Khaldun, khususnya dalam prinsip pengajaran yang berorientasi pada pengalaman praktis peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dapat menjadi landasan filosofis yang relevan dan kontekstual dalam pengembangan serta implementasi Kurikulum Merdeka Belajar guna meningkatkan efektivitas pendidikan di Indonesia.


Kata kunci: Ibnu Khaldun, Kurikulum Merdeka Belajar, pembelajaran  kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
SUATU PENELITIAN HEURISTIC: KONTEKSTUAL PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU KHALDUN TERHADAP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (KMB). (2025). Muqaddimah, 16(2), 103-112. https://doi.org/10.71247/nw9q7y83
Section
Articles

How to Cite

SUATU PENELITIAN HEURISTIC: KONTEKSTUAL PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU KHALDUN TERHADAP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (KMB). (2025). Muqaddimah, 16(2), 103-112. https://doi.org/10.71247/nw9q7y83

References

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2022). Kurikulum Merdeka: Konsep dan implementasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Denzin, N. K. (2009). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. New York, NY: McGraw-Hill.

Ibnu Khaldun. (2000). Muqaddimah Ibnu Khaldun (A. Thoha, Penerj.). Jakarta: Pustaka Firdaus.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2018). KBBI daring. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Konsep dan implementasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Khoirurrijal, et al. (2022). Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Langgulung, H. (1986). Manusia dan pendidikan. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Beverly Hills, CA: Sage.

Makarim, N. A. (2021). Merdeka belajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis. Thousand Oaks, CA: Sage.

Muhaimin. (2002). Paradigma pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nata, A. (2013). Pemikiran pendidikan Islam dan Barat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

OECD. (2021). Education at a glance. Paris: OECD Publishing.

Sanjaya, W. (2010). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Shihab, M. Q. (1998). Islam inklusif. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.

Suharto. (2011). Filsafat pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sukmadinata, N. S. (2012). Pengembangan kurikulum: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H. A. R. (2004). Paradigma baru pendidikan nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Most read articles by the same author(s)