Kampanye Literasi Digital “Think Before You Share” Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Hoaks Pada Siswa SMK Negeri 21 Jakarta
Main Article Content
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa SMK Negeri 21 Jakarta melalui kampanye “Think Before You Share: Bijak Bermedia Sosial, Cegah Hoaks”. Kegiatan dilatarbelakangi tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan generasi muda dan risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, termasuk hoaks serta penipuan digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan kampanye, dan evaluasi. Kegiatan luring dilaksanakan melalui presentasi interaktif, diskusi, studi kasus, tanya jawab, kuis, dan penyampaian pesan ajakan. Penguatan pesan dilakukan secara daring melalui poster media sosial, konten video kampanye, dokumentasi kegiatan, dan publikasi berita pada laman Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Kegiatan diikuti sekitar 30 siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan peserta yang tinggi, ditunjukkan melalui keaktifan dalam diskusi, pengajuan pertanyaan, analisis contoh informasi, dan partisipasi dalam kuis. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya memeriksa sumber dan melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi. Studi kasus unggahan palsu mengenai Program Makan Bergizi Gratis digunakan untuk melatih proses verifikasi informasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi komunikasi tatap muka yang partisipatif dan penguatan pesan melalui media digital dapat menjadi pendekatan edukatif yang relevan bagi literasi digital remaja. Evaluasi kegiatan masih bersifat deskriptif sehingga dampak jangka panjang dan perubahan pengetahuan secara kuantitatif belum dapat diukur.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
B.Saiful. 2021. “Literasi Digital Menangkal Hoaks Covid-19 Di Media.” Jurnal Ilmu Komunikasi 10(1):16–28.
DataReportal. 2025. Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia.
Guess, Andrew M., Michael Lerner, Benjamin Lyons, Jacob M. Montgomery, Brendan Nyhan, Jason Reifler, and Neelanjan Sircar. 2020. “A Digital Media Literacy Intervention Increases Discernment between Mainstream and False News in the United States and India.” Proceedings of the National Academy of Sciences 117(27):15536–45. doi:10.1073/pnas.1920498117.
Jones-Jang, S. Mo, Tara Mortensen, and Jingjing Liu. 2021. “Does Media Literacy Help Identification of Fake News? Information Literacy Helps, but Other Literacies Don’t.” American Behavioral Scientist 65(2):371–88. doi:10.1177/0002764219869406.
Juditha, Christiany. 2019. “Agenda Setting Penyebaran Hoaks Di Media Sosial.” Jurnal Penelitian Komunikasi 22(2):155–68. doi:10.20422/jpk.v22i2.669.
Jusnita, Naniek, and Silvani Umar Ali. 2022. “Penyuluhan Literasi Digital Anti Hoax, Bullying, Dan Ujaran Kebencian Pada Remaja Di Kota Ternate.” ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 3(2):177–86. doi:10.29408/ab.v3i2.6440.
Mansyur, Muhammad. 2022. “Digital Literacy Model to Counter Hate Speech on Social Media.” Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komunikasi 22(2):125–42. http://dx.doi.org/10.33164/iptekkom.22.2.2020.125-142.
Pennycook, Gordon, and David G. Rand. 2021. “The Psychology of Fake News.” Trends in Cognitive Sciences 25(5):388–402. doi:10.1016/j.tics.2021.02.007.
Rico, Ewaldus Rico Oktavian, and FADJARINI SULISTYOWATI. 2024. “PERAN LITERASI DIGITAL REMAJA DALAM MENGHADAPI PENYEBARAN BERITA HOAKS.” Jurnal Komunikasi Pemberdayaan 3(1):38–46. doi:10.47431/jkp.v3i1.401.
Tandoc, Edson C., Zheng Wei Lim, and Richard Ling. 2018. “Defining ‘Fake News.’” Digital Journalism 6(2):137–53. doi:10.1080/21670811.2017.1360143.