EFFEKTIVITAS PERAN JAKPRENEUR DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI JAKARTA BARAT (STUDI KASUS PADA UMKM DI KECAMATAN TAMANSARI)

  • Siti Rohimah Universitas Ibnu Chaldun
  • Urhen Lukman Universitas Ibnu Chaldun
  • Rachmat Dimas Sundawa Universitas Ibnu Chaldun
Keywords: Jakpreneur, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Balanced Scorecard

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa effektivitas peran Jakpreur dalam pengembangan UMKM di Jakarta Barat (Studi kasus pada UMKM di Kecamatan Tamansari). Dalam upaya mengembangkan pelaku UMKM, dimana Jakpreneur memiliki program yang disebut dengan program 7P. diharapkan dengan program tersebut dapat menjadikan para pelaku UMKM lebih berkembang. kreatif, dan mandiri. Serta diharapkan dengan adanya program 7P tersebut mendapatkan akses bagi para pelaku UMKM untuk bisa berkolaborasi antar Penprov, Pendidikan dan Lembaga lainnya. Pada penelitian ini menggunakan satu sampel pelaku UMKM yaitu Faiz Kebab salah satu pelaku UMKM di Kecamatan Tamansari-Jakarta Barat. UMKM ini berkeinginan ingin menguasai pasar di Jakarta, akan tetapi masih mempunyai kesulitan untuk mewujudkan karena masih kurang mampu dalam bersaing dengan penjualan kebab lainnya. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode Balanced Scorecard, dalam metode ini memiliki empat perspektif diantaranya : pertama perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, kedua perspektif pelanggan, ketiga perspektif bisnis internal, dan keempat perspektif keuangan. Pertama bila dilihat dari pengolahan data pada perspektif pembelajarn dan pertumbuhan terdapat beberapa indikator yaitu meliputi peningkatan produktivitas karyawan, jumlah karyawan dan kepuasan karyawan. Adapun dari beberapa indikator tersebut telah mencapai target dan terdapat peningkatan yang amat cepat pada indikator jumlah karyawan. Berikutnya pada perspektif pelanggan terdapat indikator kepuasan pelanggagn, dalam pengukuran menggunakan koesioner dengan r table 0,344 dengan df 33 untunk perhitungan pada uji validitas dan uji reliabilitas. Pada perspektif bisnis internal terdiri dari beberapa indikator yaitu  pengembangan inovasi produk sebesar 300% dan produk cacat 65%, maka terdpat peningkatan yang sangat cepat pada pengembangan innovasi produk dan penurunan pada produk cacat. Selanjutnya pada perspektif keuangan terdpat beberapa indikator yaitu: perkembangan profit, perkembangan likuiditas (rasio lancer dan rasio cepat), laba bersih dan pendapatan perusahaan. Adapun pada perkembangan profit terdapat nilai sebesar 9%, perkembangan likuiditas (rasio lancar sebesar : 26%, rasio cepat : -29) yang artinya terdapat penurunan pada rasio lancar, pada laba bersih sebesar 24% dan pendapatan perusahaan (Aset Turn Over) sebesar 14%.

Published
2022-05-09