Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Krim Underarm Mengandung Niacinamide sebagai Bahan Aktif Pencerah Kulit
Main Article Content
Abstract
Krim underarm merupakan sediaan topikal yang dapat diformulasikan dengan niacinamide sebagai bahan aktif yang digunakan dalam produk pencerah kulit. Stabilitas fisik merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan mutu sediaan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim underarm yang mengandung niacinamide 5% menggunakan metode cycling test. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap satu formula krim underarm dengan pengamatan pada kondisi awal (T0) dan selama enam siklus pengujian pada tahap suhu rendah dan suhu tinggi. Parameter yang dievaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pemisahan fase. Data kuantitatif disajikan sebagai rerata ± standar deviasi dan dianalisis menggunakan uji Friedman untuk mengevaluasi perubahan selama seluruh rangkaian pengujian serta uji Wilcoxon untuk membandingkan kondisi awal dan titik akhir. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sediaan tetap berwarna putih, memiliki bau khas lembut, tetap homogen, dan tidak menunjukkan pemisahan fase selama pengujian. Nilai pH rata-rata berubah dari 5,67 ± 0,01 pada kondisi awal menjadi 5,46 ± 0,00 pada akhir pengujian, viskositas dari 22.448,00 ± 172,80 cP menjadi 20.870,33 ± 227,16 cP, daya sebar dari 6,16 ± 0,05 cm menjadi 6,39 ± 0,08 cm, sedangkan daya lekat dari 5,91 ± 0,04 detik menjadi 5,67 ± 0,14 detik. Uji Friedman menunjukkan adanya perubahan bermakna pada pH (p=0,0005), viskositas (p=0,0004), dan daya sebar (p=0,0006), sedangkan daya lekat tidak menunjukkan perubahan bermakna (p=0,0868). Perbandingan antara kondisi awal dan titik akhir menggunakan uji Wilcoxon tidak menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh parameter (p=0,25). Berdasarkan hasil pengamatan fisik dan analisis statistik, sediaan krim underarm yang mengandung niacinamide 5% menunjukkan stabilitas fisik yang relatif baik selama kondisi pengujian, terutama berdasarkan karakteristik organoleptik, homogenitas, dan tidak adanya pemisahan fase.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Permadi, T., Wilapangga, A., Sutiyono, B., & Harris, Z. E. (2026). Stability study of body serum using climatic chamber as a simulation of global conditions. Jurnal Fitofarmaka dan Kesehatan, 2(1), 25–28.
Boo, Y. C. (2021). Mechanistic basis and clinical evidence for the applications of nicotinamide (niacinamide) to control skin aging and pigmentation. Antioxidants, 10(8), 1315.
Hakozaki, T., Minwalla, L., Zhuang, J., Chhoa, M., Matsubara, A., Miyamoto, K., Greatens, A., Hillebrand, G. G., Bissett, D. L., & Boissy, R. E. (2002). The effect of niacinamide on reducing cutaneous pigmentation and suppression of melanosome transfer. British Journal of Dermatology, 147(1), 20–31
Bissett, D. L., Oblong, J. E., & Berge, C. A. (2005). Niacinamide: A B vitamin that improves aging facial skin appearance. Dermatologic Surgery, 31(7 Pt 2), 860–865.
Sánchez, M., & Ruiz, M. A. (2021). Topical treatment for postinflammatory hyperpigmentation: A systematic review. Journal of Dermatological Treatment, 32(8), 857–864.
Nautiyal, A., & Wairkar, S. (2021). Management of hyperpigmentation: Current treatments and emerging therapies. Pigment Cell & Melanoma Research, 34(6), 1000–1014.
Bajaj, S., Singla, D., & Sakhuja, N. (2012). Stability testing of pharmaceutical products. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 2(3), 129–138.
Fitria, N., & Padua Ratu, A. (2022). Karakteristik dan stabilitas sediaan serum ekstrak nangka (Muntingia calabura L.) dengan variasi konsentrasi. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 7(1), 17–27. https://doi.org/10.47219/ath.v7i1.140
ASEAN Secretariat. (2016). ASEAN guideline on establishing ASEAN cosmetic method (ACM). ASEAN Secretariat.
ASEAN Secretariat. (2008). ASEAN guidelines for safety assessment of a cosmetic product. ASEAN.