Evaluasi Stabilitas Mutu Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Selama Penyimpanan Berdasarkan Karakteristik Proksimat dan Cemaran Mikrobiologi

Main Article Content

Herdianza
Yustinah
Anjas Wilapangga

Abstract

Pemanfaatan biji nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai tepung merupakan salah satu strategi diversifikasi pangan lokal yang berpotensi meningkatkan nilai tambah limbah pertanian. Namun, informasi mengenai stabilitas mutu tepung biji nangka selama penyimpanan masih terbatas, terutama terkait perubahan karakteristik proksimat dan kualitas mikrobiologinya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas mutu tepung biji nangka selama penyimpanan berdasarkan kadar air, kadar protein, kadar abu, Angka Lempeng Total (ALT), kapang, dan khamir. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan membandingkan mutu awal sebelum penyimpanan dan mutu akhir setelah penyimpanan menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI 3751:2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air meningkat dari 11,72% menjadi 14,27%, sedangkan kadar protein dan kadar abu menurun dari 11,49% menjadi 11,02% serta dari 3,20% menjadi 2,97%. Jumlah ALT meningkat dari 1,5 × 10⁵ menjadi 3,1 × 10⁵ CFU/g, sedangkan kapang meningkat dari <10 menjadi 2,1 × 10³ CFU/g, sementara khamir tetap <10 CFU/g. Meskipun terjadi perubahan mutu selama penyimpanan, seluruh parameter masih memenuhi persyaratan mutu tepung berdasarkan SNI 3751:2009. Temuan ini menunjukkan bahwa tepung biji nangka memiliki stabilitas mutu yang baik selama penyimpanan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan alternatif berbasis sumber daya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Herdianza, Yustinah, & Anjas Wilapangga. (2026). Evaluasi Stabilitas Mutu Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Selama Penyimpanan Berdasarkan Karakteristik Proksimat dan Cemaran Mikrobiologi. Jurnal Fitofarmaka Dan Kesehatan , 2(1), 20-26. https://jurnal.uic.ac.id/JFK/article/view/569
Section
Article

How to Cite

Herdianza, Yustinah, & Anjas Wilapangga. (2026). Evaluasi Stabilitas Mutu Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) Selama Penyimpanan Berdasarkan Karakteristik Proksimat dan Cemaran Mikrobiologi. Jurnal Fitofarmaka Dan Kesehatan , 2(1), 20-26. https://jurnal.uic.ac.id/JFK/article/view/569

References

[1] R. A. S. N. Ranasinghe, S. D. T. Maduwanthi, and R. A. U. J. Marapana, “Nutritional and Health Benefits of Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lam.): A Review,” Int. J. Food Sci., vol. 2019, 2019, doi: 10.1155/2019/4327183.

[2] E. Velásquez, C. Patiño Vidal, A. Rojas, A. Guarda, M. J. Galotto, and C. López de Dicastillo, “Natural antimicrobials and antioxidants added to polylactic acid packaging films. Part I: Polymer processing techniques,” Compr. Rev. Food Sci. Food Saf., vol. 20, no. 4, pp. 3388–3403, 2021, doi: 10.1111/1541-4337.12777.

[3] S. U, K. U, S. Divakar, and P. P. Gopinath, “A Comparative Analysis of the Influence of Various Processing Techniques on Quality Attributes of Jackfruit Seed Flour (JSF) from Different Cultivars,” Eur. J. Nutr. Food Saf., vol. 16, no. 9, pp. 178–185, 2024, doi: 10.9734/ejnfs/2024/v16i91537.

[4] I. Best et al., “Physicochemical and Rheological Characteristics of Commercial and Monovarietal Wheat Flours from Peru,” Foods, vol. 12, no. 1789, pp. 1–12, 2023.

[5] M. A. Febrya, Irdawati, T. P. Ningsih, and Hamidah, “Pengujian Angka Lempeng Total (ALT),Angka Paling Mungkin (APM) Coliform Dan Angka Kapang Khamir Pada Sampel Minyak Pala,” Pros. SEMNASBIO, vol. 4, no. 1, pp. 439–449, 2024.

[6] P. Garje and P. CD, “Changes in chemical composition of jackfruit seed flour during storage,” Int. J. Adv. Biochem. Res., vol. 8, no. 11, pp. 625–630, 2024, doi: 10.33545/26174693.2024.v8.i11h.2930.