REPRESENTASI PESAN BUDAYA TIONGHOA DALAM FILM CRAZY RICH ASIANS (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pesan-pesan budaya Tiongkok direpresentasikan dalam film Crazy Rich Asians melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis difokuskan pada pembacaan makna denotatif, konotatif, dan mitologis dalam beberapa adegan yang memuat simbol-simbol budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kehormatan keluarga, ekspektasi antargenerasi, status sosial, dan negosiasi identitas disampaikan melalui elemen visual, ritual, serta interaksi antar karakter. Pesan-pesan tersebut tidak disampaikan secara eksplisit, melainkan tersirat dalam narasi dan simbol, sehingga mendorong penonton untuk melakukan interpretasi yang lebih mendalam. Dengan menelaah adegan-adegan seperti mekarnya bunga Tan Hua, pembuatan pangsit, permainan Mahjong, dan prosesi pernikahan, penelitian ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya sekaligus mendorong pemahaman lintas budaya. Pendekatan semiotika memungkinkan pembacaan yang lebih kaya terhadap dinamika tradisi, modernitas, dan identitas dalam representasi budaya Tiongkok.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).” Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang. https://books.google.co.id/books?id=jP-DBAAAQBAJ
Bartosch, David & Peng, B. (n.d.). International Communication of Chinese Culture. 11(1). https://link.springer.com/journal/40636/volumes-and-issues/11-1
BPMBKM. (n.d.). Tantangan dan Peluang Komunikasi Antarbudaya di Era Globalisasi. 1. https://bpmbkm.uma.ac.id/2024/10/02/tantangan-dan-peluang-komunikasi-antarbudaya-di-era-globalisasi/
Dahlan, M. A. (2008). Manusia komunikasi, komunikasi manusia: 75 tahun M. Alwi Dahlan. Penerbit Buku Kompas. https://books.google.co.id/books?id=qbH2FcyrPYwC
Farhan. (2023). Komunikasi: Arti, Proses, dan Pentingnya dalam Kehidupan Manusia. 1. https://unsia.ac.id/komunikasi-arti-proses-dan-pentingnya-dalam-kehidupan-manusia/
Hall, S. (Ed. . (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications. https://psycnet.apa.org/record/1997-36930-000
Huda, A. S., Nafsika, S. S., & Salman, S. (2023). Film Sebagai Media dalam Mengubah Cara Pandang Manusia dalam Prinsip Kemanusiaan. Irama: Jurnal Seni Desain Dan Pembelajarannya, 5(1), 9–14. https://ejournal.upi.edu/index.php/irama/article/view/50149
Iii, B. A. B., & Penelitian, M. (2024). teknik Search Engine Optimization. 2019, 35–43.
Indira, D., Komsiah, S., & Syaifuddin, S. (2022). Analisis Semiotika Pada Musik Video BTS Permission To Dance di CD Album. Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 27(2), 178–186. https://doi.org/10.37817/ikon.v27i2.1906
J. Moleong, L. (2007). Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi (Cet.24). Remaja Rosdakarya. https://library.stik-ptik.ac.id/detail?id=7251&lokasi=lokal
Jeric, S. M. (2014). Komunikasi antarbudaya (analisis semiotik dalam film eat, pray, love ).
Kartika Dew, R. (n.d.). Pengertian, Makna, dan Alasan Manusia Disebut Sebagai Makhluk Sosial. Kompas.Com. Retrieved February 17, 2025, from https://www.kompas.com/skola/read/2023/10/02/150000569/pengertian-makna-dan-alasan-manusia-disebut-sebagai-makhluk-sosial?form=MG0AV3
Matthew, T., & Riyani, Z. (2023). Analisis Semiotika pada Iklan Layanan Masyarakat di Media Massa: Jangan Golput Gunakan Hak Pilihmu. Prosiding Seminar Nasional, 1142–1152.
Miller, D. L. (1973). George Herbert Mead: Symbolic Interaction and Social Change. The Psychological Record, 23(3), 294–304. https://doi.org/10.1007/BF03394172
Mulyana, D. (2019). Pengantar Komunikasi Lintas Budaya Menerobos Era Digital dengan Sukses (Ed. Revisi). Bandung : Remaja Rosdakarya, 2007. https://www.gramedia.com/products/pengantar-komunikasi-lintas-budaya-menerobos-era-digital-den
Pradopo, R. D. (1999). Semiotika: Teori, Metode, Dan Penerapannya Dalam Pemaknaan Sastra. Jurnal Humaniora, Vol.11 No., 76–84. http://portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=2865
Sen, B. (2017). Information as Ritual: James Carey in the Digital Age. Cultural Studies ↔ Critical Methodologies, 17(6), 473–481. https://doi.org/10.1177/1532708615625687
Stob, P. (2008). “Terministic screens,” social constructionism, and the language of experience: Kenneth burke’s utilization of William James. Philosophy and Rhetoric, 41(2), 130–152. https://doi.org/10.1353/par.0.0001
Studi Media. (n.d.). Stuart Hall Representation. https://media-studies.com/stuart-hall-representation/#:~:text=Perkenalan,diproduksi dan didefinisikan oleh masyarakat.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif (Cet.1). Alfabeta. https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detail-opac?id=22862
Tradition, S. C. (n.d.). Socio Cultural Tradition ) FACE NEGOTIATION THEORY Stella Ting-Toomey.
Wibowo, F. (2006). Tenik Program Televisi. Yogyakarta: Pinus Book Publisher. Hal:196 1. 1–16.
Wuwung, M. C. J., Budiana, D., & Wijayanti, C. A. (2021). Representasi Budaya Jawa dalam Film Tilik. Jurnal E-Komunikasi, 9(2), 1–9.
Zacharek, S. (2018). Crazy Rich Asians Is a Breakthrough in Representation. But It’s Also Simply Great Fun. TIME. https://time.com/5368281/crazy-rich-asians-review/
Zaini, M., Kabupaten HST Kalimantan Selatan, B., & ULM Banjarmasin, F. (2018). Respon Guru Terhadap Pertanyaan Siswa Pada Pembelajaran Biologi di SMA. Jppms, 2(1). http://journal.unesa.ac.id/index.php/jppms/