Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk N Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium geaveolens L)
Main Article Content
Abstract
Seledri (Apeum graveolens L) merupakan tanaman dari keluarga Apiaceae. Tanaman ini dapat ditemukan diseluruh dunia. Berdasarkan habitus ( bentuk) pohonnya Seledri dibagi menjadi 3 golongan yaitu Seledri daun, seledri potong dan seledri berumbi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang sapi dan pupuk N (urea) terbaik meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan perkebunan warga di Jl. Raya Ciherang. Segunung. Pacet. Ciherang Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan pupuk kandang sapi (31,25 g ; 62,50 g ; 93,75 g dan 125 g )dan pupuk N (0,93 g ; 1,9 g 2,81 g) yang setiap perlakuannya sama dalam tingkat ketelitiannya. Setiap unit perlakuan terdiri dari 5 polibag dengan 3 ulangan. Pemberian pupuk kandang sapi dengan takaran 31,25 g/polibag , 62,5 g/ polybag, 93,75 g/polybag dan 125 g/ polybag memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Interaksi antara pupuk kandang sapi dan pupuk N (urea) memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat kotor dan berat bersih tanaman pada perlakuan P4 (125 g) dan U3 (urea 1,9 g) dengan berat bersih 87,g/ tanaman.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alviani, P. 2015. Bertanam Hidroponik untuk pemula: Cara bertanam cerdas di Lahan Sempit. Jakarta: bibit Publisher.
A.N. S Thomas. 2007. Tanaman Obat Tradisional 2, Kanisius: Yogyakara
Apriyanto, R.N. dan Rahimah, D.S. 2016. Aquaponik Praktis. Jakarta: Trubus Swadaya.
Atmojo, S.W. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah dan Uoaya Pengelolaannya. Surakarta:Sebelas Maret University Press
Balithi.2002. Laporan Tahunan. Balai Penelitian Tanaman Hias 2002.
Balitsa 2011. Peunjuk Teknis Budidaya Seledri. Bandung. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Dalimartha S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta Trubus Agriwidya.
Edi S. dan Babihoe, J.2010. Budidaya Tanaman Sayuran. Jambi:: Balai Pengkajian Teknologi PErtanian (BPTP) Jambi.
Gomes, K.A dan A, A, Gomas. 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian ed.2. Jakarta (Terjemahan)
Hadisuwitro,S.1987. Ilmu Tanah. Jakarta:Mediyatama Sarana Perkasa.
Haryoto. 2009. Bertanam Seledri Secara Hidroponik. Yogyakarta. Kanisius.
Hasibuan. B.E. 2006. Pupuk dan Pemupukan. Universitas Sumatera Utara, Medan
Joesi, E dan Abidin Z. 2002. Membuat Tanaman Buah Kombinasi. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Nasikhun, A.M. Sukses Bertanam Buncis. Yogyakarta. Garughawaca
Novrizan, 2002. Petunjuk Pemupukan yang efektif. Jakarta. Agromedia Pustaka.
Prihmantoro, H dan Indriyani, Y.H. 2017. Petunjuk Praktis Memupuk Tanaman Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya
Rizki F.2013. The Miracle of Vegetables. Jakrta : Agromedia Pustaka.
Rosmarkam, A dan Widya, N.Y. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta. Kanisius.
Rukmana 1995. Bertanam Seledri. Yogyakarta. Kanisius