Diversifikasi Ekonomi Maluku Utara: Optimalisasi Pertanian, Perkebunan, dan Dukungan Fiskal untuk Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Inklusif
Main Article Content
Abstract
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir didominasi sektor pertambangan dan industri pengolahan nikel yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) regional. Namun, dominasi tersebut menimbulkan kerentanan jangka panjang, khususnya dalam konteks ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi daerah. Sektor pertanian dan perkebunan memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Makalah ini mengkaji perkembangan perekonomian Maluku Utara, kondisi sektor pertanian dan perkebunan, peran dukungan fiskal, tantangan yang dihadapi, serta strategi optimalisasi berbasis potensi lokal.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan data primer dari wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder dari BPS, Bank Indonesia, Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian, dan literatur akademik. Analisis dilakukan secara tematik melalui reduksi dan kategorisasi data, dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Maluku Utara mengalami surplus pada komoditas perkebunan (kelapa, pala, cengkeh), provinsi ini masih mengalami defisit pangan strategis seperti beras, bawang merah, cabai, daging, dan minyak goreng. Dukungan fiskal melalui instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian, Transfer ke Daerah (TKD), serta belanja pemerintah pusat dan daerah terbukti berperan penting dalam memperkuat kapasitas produksi pangan lokal dan menekan inflasi pangan.
Rekomendasi yang ditawarkan meliputi optimalisasi lahan, regenerasi petani, modernisasi teknologi pertanian, penguatan hilirisasi, pembentukan BUMD pangan, serta sinergi fiskal pusat dan daerah untuk ketahanan pangan berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Arifin, B. (2020). Dampak Dana Alokasi Khusus terhadap Produktivitas Padi di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia, 21(2), 145–160.
Badan Pusat Statistik. (2025). Provinsi Maluku Utara dalam Angka 2025. Ternate: BPS.
Bank Indonesia. (2025). Laporan Perekonomian Provinsi Maluku Utara Triwulan II 2025. Ternate: BI.
Barrett, C. B. (2010). Food Security and Sociopolitical Stability. Oxford: Oxford University Press.
Christiaensen, L., & Demery, L. (2018). Agriculture in Africa: Telling Myths from Facts. Washington DC: World Bank.
Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara. (2024). Paparan Rakor Pangan Maluku Utara. Ternate: Distan Malut.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kanwil Malut. (2025). Materi Forum Ekonomi BI. Ternate: DJPb Malut.
FAO. (1996). Rome Declaration on World Food Security. Rome: FAO.
FAO & IFAD. (2020). The State of Food Security and Nutrition in Small Island Developing States. Rome: FAO.
Fitriani, N., & Rahmawati, E. (2021). Dampak Defisit Pangan terhadap Inflasi di Wilayah Kepulauan. Jurnal Ekonomi Regional, 9(1), 33–47.
Hayami, Y., & Ruttan, V. W. (1985). Agricultural Development: An International Perspective. Johns Hopkins University Press.
Hidayat, A., Nur, S., & Lestari, D. (2022). Pengembangan Kawasan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Daerah. Jurnal Pangan dan Agribisnis, 10(2), 77–91.
Jayne, T. S., Chamberlin, J., & Headey, D. (2019). Land Pressures, the Evolution of Farming Systems, and Development Strategies in Africa. Food Policy, 48(1), 1–17.
Musgrave, R. A. (1959). The Theory of Public Finance. New York: McGraw-Hill.
Nasution, H., & Lubis, A. (2021). Hilirisasi Komoditas Perkebunan dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(3), 201–215.
Pingali, P. (2015). Agricultural Policy and Nutrition Outcomes – Getting Beyond the Preoccupation with Staple Grains. Agricultural Economics, 46(4), 445–454.
Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. New York: Free Press.
Saragih, H. (2020). Ketergantungan Ekonomi Tambang dan Kerentanan Daerah. Jurnal Pembangunan Daerah, 15(2), 89–102.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2012). Economic Development (11th ed.). Addison-Wesley.
World Bank. (2021). Commodity Dependence and Economic Vulnerability. Washington DC: World Bank.